Prof. Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T. Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik Pertama UMM

Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T. sebagai Guru Besar di bidang Rekayasa Biomedik. Prosesi pengukuhan yang berlangsung pada 11 Juni 2026 tersebut menjadi momen istimewa karena Prof. Lailis merupakan Guru Besar Rekayasa Biomedik pertama yang dimiliki UMM. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika UMM, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang mengintegrasikan teknologi, teknik, dan kesehatan. Kehadiran Prof. Lailis sebagai guru besar memperkuat komitmen UMM dalam menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Lailis memaparkan berbagai hasil riset yang berfokus pada penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bidang kesehatan. Salah satu inovasi unggulannya adalah teknologi deteksi dini anemia secara non-invasif yang memungkinkan masyarakat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin tanpa harus melalui pengambilan sampel darah. Teknologi tersebut memanfaatkan kamera telepon pintar untuk mengambil citra konjungtiva mata, yang kemudian dianalisis menggunakan algoritma AI guna memberikan estimasi kondisi anemia secara cepat dan praktis. Menurut Prof. Lailis, pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat. Inovasi yang dikembangkannya merupakan hasil perjalanan riset panjang yang menggabungkan bidang teknik elektro, pengolahan citra digital, machine learning, dan ilmu kedokteran. Rektor UMM menilai pengukuhan guru besar ini sebagai bukti keberhasilan kampus dalam membangun ekosistem riset yang produktif dan inovatif. Dengan bertambahnya jumlah profesor, UMM semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan masa depan. Sebagai Dekan Fakultas Vokasi UMM sekaligus akademisi yang aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, Prof. Lailis diharapkan mampu mendorong lahirnya kolaborasi lintas disiplin antara bidang teknik, kesehatan, dan teknologi informasi. Kehadirannya sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik pertama di UMM menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa dan kemanusiaan. Pengukuhan ini sekaligus menegaskan bahwa UMM terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi era transformasi digital dan revolusi industri berbasis teknologi kesehatan