Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Punya Daya Tarik Tersendiri, Yuk Simak Selengkapnya!
Program Sarjana Terapan Agribisnis Unggas menggunakan sistem pembelajaran bersifat hand on dengan dominasi kuliah praktek 70% dibanding kuliah teori 30%. Metode ini merupakan suatu metode pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam menggali informasi dengan bertanya, berak-tivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan. Kuliah lebih banyak dilakukan di Dunia Industri Dan Usaha (DUDI) dengan Dosen Praktisi sebagai pengampu mata kuliah. Kehadiran para praktisi dan akademisi diharapkan mampu menciptakan perencanaan pembelajaran yang mengedepankan aspek kualitas dan aspek kompetensi bagi lulusan. Fokus studi pada Agribisnis Uunggas dari hulu sampai hilir. Fokus materi ilmu yang diajarkan spesifik di bidang Perunggasan, dikarenakan industri unggas di Indonesia merupakan sektor utama bagi perekonomian nasional yang memasok 65% protein hewani dan memperkerjakan 10% tenaga kerja nasional. Selama kuliah mahasiswa diarahkan dan didampingi dalam memulai bisnis usaha di bidang perunggasan. Beragam ilmu terapan bisnis perunggasan yang diajarkan, tidak hanya fokus di sektor produksi/budidaya unggas. Adapun bisnis yang diajarkan seperti : a. Bisnis trading Sapronak (Sarana Produksi Ternak), seperti : bisnis pakan, bisnis bibit (DOC/DOD), bisnis farmasi obat hewan, bisnis Poultry Equipment, dll. b. Bisnis komoditi hasil budidaya unggas, seperti : bisnis tataniaga telur dan daging. c. Bisnis kemitraan unggas d. Bisnis pupuk kompos granul hasil budidaya unggas. e. Bisnis mesin tetas Dll. Setiap tahun mahasiswa diberikan pelatihan kompetensi bersertifikasi BNSP sebagai bekal berkarir di perusahan nasional/internasional, BUMN/Kementerian maupun berwirausaha mandiri. Kompetensi bersertifikat meliputi: a. JULEHA (Juru Sembelih Halal) b. Inseminator Unggas c. Supervisor/Manager Layer Farm d. Supervisor/Manager Broiler Farm (nn)
Kuliah Perdana D3 Keperawatan Hadirkan “Nursepreneur”

Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan selalu berusaha untuk menjadikan mahasiswa dan alumni bersinar di bidangnya. Hari ini (30 September 2023) Prodi ini mengundang salah satu tokoh nursepreneur di kuliah tamu sekaligus kuliah perdana di Kampus 2 UMM. Nursepreneur mungkin masih sedikit asing di telinga sebagian masyarakat. Jika dilihat dari kata, maka ‘nurse’ yang memiliki arti perawat dan ‘preneur’ dari kata entrepreneur yang berarti pengusaha. Maka Nursepreneur memiliki makna bahwa perawat yang memiliki usaha dibidangnya. Beberapa tamu yang diundang diantaranya adalah Qussairi Ardi pemilik usaha Bumi Ayu Care, yaitu rumah khitan modern dan perawatan luka. Selain itu, ada Arif yang memiliki Rumah Khitan Modern El Wafi. Yang ketiga ada Imansyah Kurniawan dari Jerudong Park Medical Center-Brunei Darussalam dan yang terakhir ada Banan Farofishoh dari Royal Hayat Hospital-Kuwait. Kuliah perdana yang sekaligus kuliah tamu ini bertema “Lulusan D3 Tidak Sekedar Tahu Apa, Tapi Bisa Apa: Nursepreneur dan Internasional Nurse”. Acara dibuka oleh Bapak Direktur Assoc. Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. Bapak Direktur menyampaikan bahwa saat ini UMM berupaya untuk terus menciptakan SDM yang berkompeten dan berdaya saing global. UMM juga mementingkan kurikulum pendidikan yang bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini. Oleh karenanya, Bapak Tulus mengapresiasi Prodi D3 Keperawatan yang telah menghadirkan tokoh nursepreneur dan para alumni yang telah bekerja sebagai perawat di kancah Internasional, dihadirkan untuk memberikan ilmu, sharing pengalaman dan juga motivasi kepada mahasiswa baru 2023. Setelah sambutan Bapak Direktur, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi dan motivasi dari pada undangan. Qussairi Ardi menyatakan bahwa lulusan D3 Keperawatan UMM memeiliki potensi yang besar untuk diterima di dunia kerja di RS maupun Faskes selama memiliki keingin kuat dan daya juang yang tinggi. Qussairi menyampaikan bahwa mahasiswa D3 Keperawatan UMM dibekali dengan ilmu kewirausahaan yang dapat menjadi bekal ketika lulus nanti. Dia menilai bahwa bekal itulah yang dapat menjadikan perawat yang bisa menjadi pengusaha, tidak hanya bekerja di RS atau faskes. Nurilla Kholidah sebagai dosen dan ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini memang ditujukan untuk meningkatan motivasi mahasiswa baru untuk meningkatkan potensi mereka menjadi perawat dan juga entrepreneur. (nn)
Bapak Menhan Prabowo Subianto Hadiri Kuliah Tamu di UMM dan Tandatangani MoU dengan UMM

Rabu, 27 September 2023, Menteri Pertahanan RI, Bapak Prabowo Subianto, hadiri kuliah tamu Studium Generale di UMM. Tidak hanya itu, beliau juga menandatangani Surat Kerjasama atau MoU dengan UMM. Kedatangan beliau disambut oleh 4000 mahasiswa baru UMM dengan meriah. Penjagaan TNI dan Polri juga sangat ketat. Saat di lokasi, tepatnya di UMM Dome, Bapak Prabowo telihat mengenakan kemeja putih. Setelah tiba di panggung, beliau menyapa dan melambaikan tangan kepada para mahasiswa. Saat memberikan kuliah umum, Bapak Prabowo Subianto memberi pesan kepada mahasiswa UMM untuk menjadi generasi emas di tahun 2045. Beliau juga menyampaikan pada generasi muda Indonesia yang nanti akan memimpin bangsa harus bebas dari korupsi. Selain itu, Prabowo Subianto menyepakati dan menandatangani MoU dengan UMM bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan beliau dengan kerjasama ini, bisa membangun masa depan bangsa lebih baik. Mahasiswa dengan sangat antusias menyambut bapak menhan, sehingga ketua bapak menteri pertahanan RI tersebut kesulitan untuk menuju pintu keluar. (nn)
Apa sih Bedanya Vokasi dengan Sarjana?

Sebelum lulus SMA pasti mulai kepikiran untuk mencari studi lanjut atau kuliah. Banyak yang sudah tahu kalo kuliah itu Sarjana atau S1, tapi belum banyak nih yang tahu tentang Vokasi. Apa sih bedanya Vokasi dan Sarjana? Minimnya informasi mengenai berbagai jenjang pendidikan tinggi menjadikan pendidikan vokasi kurang jelas di mata masyarakat. Pendidikan tinggi akademik (sarjana) dan pendidikan vokasi merupakan dua jenis pendidikan tinggi yang berbeda. Yuk, simak penjelasan perbedaan antara Vokasi dan Sarjana! Ini Perbedaan Vokasi dan Sarjana! Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (Diploma (diploma1/Ahli Pratama, diploma 2/Ahli Muda, diploma 3/Ahli Madya, dan diploma 4/Sarjana Terapan). Sedangkan Pendidikan Akademik (Sarjana) merupakan pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni tertentu, yang mencakup sarjana (S1), Magister (S2) dan doktoral (S3). Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan tinggi di Indonesia mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Selain itu, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi. Beberapa hal yang membedakan Pendidikan Vokasi dengan Sarjana antara lain: Apa Gelar yang Diperoleh? Alumni pendidikan vokasi yang sudah menyelesaikan studinya bisa meraih gelar berikut: D1 akan bergelar Ahli Pratama (A.P.) D2 akan bergelar Ahli Muda (A.Ma.) D3 bergelar Ahli Madya (A.Md.), di Vokasi UMM ada D3 Teknologi Elektro, D3 Perbankan dan Keuangan, D3 Keperawatan D4 bergelar Sarjana Terapan (S.Tr.), di Vokasi UMM ada D4 Agribisnis Unggas dan D4 Bisnis Properti Apa Tujuan Pendidikan Vokasi? Pada program Pendidikan Vokasi diajarkan dan dipersiapkan untuk langsung bekerja dengan banyaknya praktik di bidang studi yang dipilih. Hal ini akan meningkatkan kemampuan dan keahlian siap kerja. Bagaimana Kurikulum Pendidikannya? Kurikulum sarjana bisa memperkirakan pendidikan mana yang cocok untuk kita. Perbedaan vokasi dan sarjana sangat bisa dilihat dari komposisi kurikulumnya. Bisanya pada kurikulum akademik memiliki komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori saat memilih pendidikan vokasi. Selain itu, pada program Pendidikan Vokasi juga diterapkan system pembelajaran Project Base Learning (PBL), jadi mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran karena berdasarkan contoh permasalahan di lapangan. Berapa Lama Jangka Waktu untuk Menempuh Pendidikan? Masa studi vokasi terbilang lebih singkat dibandingkan dengan sarjana. Untuk vokasi, jangka waktu pendidikan antara 1-4 tahun tergantung jenjang yang dipilih. Pendidikan vokasi bisa menyelesaikan studi dalam 1 tahun untuk D1, 2 tahun untuk D2, 3 tahun untuk D3, dan 4 tahun untuk D4. Apa ada Peluang Studi Lanjut? Untuk vokasi, setelah menyelesaikan studi D4, maka mahasiswa bisa melanjutkan studi pendidikan ke magister karena D4 sudah bergelar Sarjana Terapan, sehingga memungkinkan untuk langsung meneruskan ke S2. Untuk program sarjana kita bisa langsung meneruskan pendidikan ke jenjang magister. Apakah Anda bercita-cita menjadi sumber daya yang siap bekerja? Tidak ingin membuang waktu untuk menguasai keterampilan tertentu? Ingin mendapatkan ilmu praktik yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja? Jika “YA”, maka Pendidikan Vokasi menjadi pilihan yang strategis untuk menggapai cita-cita! Daftar di Pendidikan Vokasi UMM sekarang juga!
Vokasi UMM Jawab Tantangan Global
Dalam menjawab tantangan perkembangan ekosistem Pendidikan. Pendidikan Vokasi hadir sebagai jawaban terhadap tantangan zaman yang semakin berubah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu bersaing secara global. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tantangan nomor satu. Yang diperlukan tidak hanya keterampilan teknis, tapi juga pengembangan diri melalui semangat, agar lulusan vokasi menjadi SDM unggul mandiri. Hal ini bukanlah alasan mengapa sumber daya manusia menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mencapai keunggulan demografisnya pada tahun 2045. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia yang unggul harus terus ditingkatkan khususnya generasi penerus bangsa, agar bonus demografi dapat menjadi peluang yang baik bagi Indonesia. Hal ini tentunya didukung dengan berbagai upaya, termasuk penguatan pendidikan vokasi. Meski sebagian lembaga pembelajaran profesi perguruan tinggi masih memiliki keterbatasan infrastruktur, kegiatan pembelajaran profesi dapat tetap berjalan dengan baik, jika mampu melaksanakan “link and match” dengan industri. Melalui program “link and match” dengan industri, maka penyelenggaraan pendidikan vokasi dapat dilaksanakan dengan sistem ganda yaitu magang dan kerja. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi dan magang, dapat dilakukan tidak hanya selama satu semester, namun boleh dilakukan hingga dua atau bahkan tiga semester. Tentu saja hal ini juga menguntungkan bagi industri. Sistem simbiosis mutualisme ini dapat terlaksana jika terdapat “link and match” antara PTTPV dan industri. Pihak industri meyakini hal ini dapat memberikan manfaat karena dapat menghemat biaya rekrutmen dan alumni dapat lebih mengasah keterampilannya. Memang mereka mempunyai peluang untuk berintegrasi dengan lebih mudah dan cepat ke dalam industri, dunia usaha, dan dunia kerja. (nn)
Alumni Fisioterapi UMM Sukses Menjadi Diaspora di Jepang

Ardianeswari Putri Salifani (Dina) memiliki pengalaman pribadi bahwa, predikat cumlaude tidak menjamin mudah mendapatkan pekerjaan. Ia telah melamar pekerjaan di berbagai rumah sakit dan klinik fisioterapi, dan hasilnya nihil. Sebenarnya, Dina dapat melakukan pelayanan kesehatan sendiri, akan tetapi ia belum memiliki STR atau surat izin melakukan pelayanan kesehatan. Untuk melanjutkan pendidikan pun, belum ada biaya. Untuk memenuhi kebutuhan, Dina menunda mimpinya bekerja di industri kesehatan. Dina kemudian bekerja sebagai admin di sebuah pabrik kardus di Bekasi selama 3 bulan. Setelah kontrak kerjanya habis, Dina memutuskan pulang kampung dan bekerja sebagai tutor. Lulusan terbaik kedua S1 jurusan Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2021 tersebut mendapat harapan karena mendapat informasi tentang Direktorat Pendidikan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mendapat informasi dari staf program studi fisioterapi bahwa Universitas Muhammadiyah Malang sedang menyelenggarakan program pelatihan perawat lanjut usia/Kaigo di Jepang. Tanpa pikir panjang, Dina langsung mendaftarkan diri. Setelah lulus ujian SSW, Dina mendapat tawaran untuk mengikuti wawancara dari salah satu perusahaan fasilitas kesehatan lansia di Jepang tepatnya di Kagawa. Ia menyatakan bahwa tawaran pertama tersebut tidak lolos. Namun tidak lama dari itu, Dina mendapat tawaran yang kedua dan langsung diterima, ia dikontrak selama 3 tahun. Dina bangga bisa berkesempatan berinteraksi dengan segala macam teknologi kedokteran di sana. Hal ini dapat memperkaya pengalamannya di bidang medis. Mesin “Kikai Nyuuyoku” misalnya, memudahkan pasien atau pengguna kursi roda untuk bergerak bahkan dapat dilakukan oleh seorang perawat tunggal sehingga pasien lumpuh dapat dengan aman mandi. Kini, Dina telah berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di dunia kedokteran, juga di Jepang. Dengan gaji yang cukup menarik, mencapai Rp 16 juta per bulan.
15 Perusahaan Jepang Kunjungi Vokasi UMM, Membuka Peluang Pekerjaan Baru

Senin (17/7/2023), Direktorat Vokasi UMM menyambut 15 perusahaan asal Provinsi Kochi, Jepang, yang fokus pada bidang konstruksi, agrikultur, medis dan lain-lain. Acara diawali dengan mengunjungi Training Center OSTC Selnajaya yang berada di Rusunawa RS UMM. Wakil dari perusahaan Jepang melihat langsung bagaimana fasilitas, tenaga pengajar hingga sistem rekrutmen yang dilakukan kolaborasi antara PT OS Selnajaya dan Direktorat Vokasi UMM. Selanjutnya, para tamu mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) UMM. Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang. Kedatangan perusahaan-perusahaan ini membuka lebar peluang kerja anak muda Indonesia ke Jepang. Sekretaris Direktur, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE.,MM menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan ini melakukan penjajakan kerja sama untuk merekrut tenaga kerja dari Indonesia melalui Vokasi UMM. Dengan kerjasama ini, kata dia, tidak hanya bekerja, tapi juga membuka peluang skema lain seperti studi banding, magang, pertukaran mahasiswa D3 dan D4 Vokasi UMM. Mr. Toru Horiike, Perwakilan perusahaan Jepang OS Selnajaya, menyampaikan bahwa 15 perusahaan yang melakukan kunjungan, sedang mengalami krisis tenaga kerja. Mereka mendengar OS Selnajaya menghasilakn banyak tenaga kerja berkualitas dari Indonesia. Vokasi UMM yang bekerja sama dengan OS Selnajaya telah memberangkatkan sekitar lebih dari 500 orang ke berbagai perusahaan di Jepang. Kegiatan diakhiri dengan bemberian cindera mata dari perwakilan perusahaan Jepang kepada Sekretaris Direktur Vokasi UMM yang kemudian ditutup dengan makan siang bersama.
Workshop Content Creator Class di Vokasi UMM Tingkatkan Kreatifitas Gen Z

Direktorat Pendidikan Vokasi UMM gelar workshop content creator class. Acara itu menghadirkan beberapa narasumber pada Rabu (20/6/2023). Total peserta yang hadir dalam workshop mencapai 100 orang dari SMA/SMK se Malang raya. Acara workshop ini dibuka oleh Sekretaris Direktur Vokasi, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Workshop, Eka Kadharpa, SE, MM. Pemaparan materi pertama sampai ketiga dimoderatori oleh Nindi Nazula Fajarini, S.Pd, M.Si, M.Sc. Materi pertama disampaikan oleh ibu Happy Roikhan, S.Psi, seorang pengusaha asal Malang yang melepas karirnya untuk mengembangkan potensi diri. Ibu Happy menjelaskan tips-tips ngonten ala diri sendiri. Dilanjutkan dengan materi kedua oleh Kepala Divisi Konten Kreatif Humas UMM, bapak Rahadi, S.Sos, M.Si, materi tersebut terkait hal-hal teknis dasar yang harus diketahui oleh content creator pemula. Materi ketiga disampaikan oleh bapak Irham Thoriq selaku CEO Tugu Media Group, yang menjelaskan tentang jurnalistik. Kemudian dilanjutkan oleh seorang Content Creator, Ibu Tika Widya yang menyampaikan tips and trick terkait copy writing di media sosial. Terakhir, materi dari Technical Director UMM TV, Bapak Fandi Wijaya Ardian, S.Ikom yang menerangkan tentang desain grafis dengan tools minimalis. Harapan dari kegiatan workshop ini dapat membuat anak-anak remaja lebih kreatif sehingga bisa menghasilkan produk atau karya yang diminati masyarakat. Dengan begitu para conten creator juga makin berkembang dan mampu bersaing dengan yang lain. Acara workshop ditutup dengan penjelasan terkait teknis lomba content creator yang berhadiah ratusan ribu rupiah. (nz)
Vokasi UMM Sambut Kunjungan SMA Muhammadiyah At Tanwir Metro Lampung

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu kampus di Indonesia yang banyak diminati sebagai tujuan kunjungan SMA/SMK sederajat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pendidikan tinggi kepada siswa. Hal-hal yang ingin diketahui oleh para siswa diantaranya adalah program studi, seleksi penerimaan mahasiswa, beasiswa yang ditawarkan, fasilitas dan kurikulum. Vokasi UMM menyambut hangat jajaran guru pendamping beserta siswa dari SMA Muhammadiya At Tanwir Metro Lampung, Senin 12 Juni 2023 bertempat di Aula BAU UMM. Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah At Tanwir dan dilanjutkan dengan ucapan terimakasih serta penjelasan terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang disampaikan oleh Kepala UPT PMB, Bpk. Nurudin, S.Sos, M.Si, dan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Direktorat Pendidikan Vokasi UMM yang disampaikan langsung oleh PIC Humas dan PMB Vokasi, Nindi Nazula Fajarini, S.Pd, M.Si, M.Sc. Tidak hanya pemaparan tentang Vokasi, PIC Humas dan PMB Vokasi, juga mengajak para mahasiswa dari seluruh program studi untuk memberikan kesan selama berkuliah di Vokasi UMM. Para mahasiswa menyampaikan pengalaman mereka bahwa selama studi, didominasi dengan praktik lapang dibandingkan teori di kelas. Beberapa mahasiswa juga menjelaskan bahwa mereka mendapatkan penghasilan dari project-project di bidang yang mereka geluti. Siswa-siswi SMA Muhammadiya At Tanwir Metro Lampung terlihat antusias dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari PIC Vokasi dan kakak-kakak mahasiswa, tetapi juga mendapat hadiah karena bisa menjawab pertanyaan kakak-kakak mahasiswa ketika games. Acara diakhiri dengan berkeliling menuju gedung-gedung kuliah di UMM Kampus 3 untuk mengetahui lebih jelas mengenai ruang pembelajaran yang dimiliki UMM. Kegiatan ini didampingi oleh perwakilan Ibu Eni Kristyowati, S.Sos. (nz)
Kerjasama Vokasi UMM dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Buka Peluang Pemuda Kerja di Negeri Sakura

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Pendidikan Vokasi UMM bertempat di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang, pada Jumat (16/6/2023). Penandatangan MoU dilakukan oleh Sekretaris Direktur Vokasi UMM, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM, sedangkan dari pihak Disnaker Kabupaten Malang oleh Kepala Dinas (Kadisnaker), Drs. Yoyok Wardoyo, MM, dan disaksikan oleh Sekretais Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi yg dimiliki lulusan SMA sederajat agar dapat meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia di Kabupaten Malang dibidang ketenagakerjaan. Bentuk kerja sama ini adalah peluang kerja ke luar negeri bagi warga Kabupaten Malang. Lulusan SMA, MA, SMK sederajat yang ada di Kabupaten Malang bisa mengikuti program ini. Peserta yang mendaftar dalam program kerja ke luar negeri diwajibkan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan peningkatan skill. Setelah dinyatakan lolos pelatihan, peserta akan diberangkatkan ke Jepang di bidang Kaigo (Perawat Lansia) dan Non-Kaigo di bidang Konstruksi, Pertanian, dan Hospitality. “Bulan Februari 2023 lalu kami memberangkatkan sekitar 122 orang. Dari jumlah tersebut, yang dari Kabupaten Malang ada sekitar 40-44 orang,” Ujar Sekretaris Direktur, Ibu Cantika. Dengan kerjasama ini diharapkan banyak pemuda dari Kabupaten Malang yang bisa menitih karir di Jepang dengan skill yang baik dan bisa mewujudkan Vokasi Diaspora. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Siti Aisyah Zunaeli (20), calon perawat lansia di Jepang asal Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Aisyah mengatakan dirinya sangat antusias karena telah mengikuti program pelatihan Bahasa Jepang sejak tahun 2022. Alumni SMK Negeri 11 Malang Jurusan Keperawatan tersebut nantinya akan menjadi perawat di sebuah panti lansia di Prefektur Hyogo. Ia akan berangkat ke Negeri Sakura di bulan November 2023 mendatang. (nz)