
Malang – Inovasi teknologi kembali lahir dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, tim dosen dari Fakultas Vokasi UMM berhasil mengembangkan alat deteksi dini anemia berbasis citra konjungtiva mata yang praktis dan mudah digunakan.Alat ini dirancang sebagai solusi pemeriksaan anemia yang non-invasif, sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengambilan darah seperti metode konvensional. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan citra pada bagian konjungtiva mata yang kemudian dianalisis melalui aplikasi berbasis smartphone.
Pengembangan inovasi ini digagas oleh Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Ir Lailis Syafa’ah M.T, bersama tim dosen lainnya, yakni Zulfatman M.Eng., Ph.D. dan La Febry Andira Rose Cynthia, S.T., M.T.. Dalam proses pengembangannya, mereka juga berkolaborasi dengan tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, yaitu Ahmad Rival Ekananda, Baiq Dewi Eriyani, dan Rafidan Zulvan Adriansyah.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menjadi bukti nyata sinergi akademik dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Menurut tim pengembang, penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini anemia secara cepat, mudah, dan efisien, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Selain itu, inovasi ini juga berpotensi mendukung tenaga kesehatan dalam melakukan skrining awal sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas medis.
Dengan hadirnya teknologi ini, UMM kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam menciptakan solusi inovatif di bidang kesehatan berbasis teknologi digital.