Prodi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Ikuti Job Fair dan Edu Fair di SMK Negeri 1 Tulungagung, Peserta Mencapai 1000 Orang

Hari ini, Rabu 11 Oktober 2023 Program Studi (Prodi) Sarajana Terapan Agribisnis Unggas mewakili Vokasi UMM untuk turut serta meramaikan Job Fair dan Edu Fair SMK Negeri 1 Tulungagung. Kegiatan ini dimeriahkan oleh teman-teman mahasiswa dari Prodi Agri Unggas untuk terus menyebarkan informasi peluang menjadi mahasiswa Vokasi UMM khususnya bidang Agribisnis Perunggasan. Selain perusahaan ternama seperti PT. Jatinom Indah Group dan German Indonesia Profesionals (GIP), beberapa universitas juga meramaikan acara tersebut. Diantaranya adalah Universitas Islam Kediri, Universitas Islam Balitar dan lain-lain. Job Fair dan Edu Fair yang dilaksanakan di Kota Tulungagung ini memiliki banyak peminat. Brosur yang dibawa oleh Prodi Agribisnis Unggas telah habis dalam beberapa menit saja. Hal ini membuka peluang lebar untuk siswa-siswi SMK bisa bergabung di Vokasi UMM. Bapak Ketua Prodi, Ali Mahmud, M.Pt, menyampaikan bahwa saat ini banyak peluang usaha dibidang perunggasan, baik kuliner, kesehatan maupun pakan. Sehingga dibutuhkan banyak tenaga profesional yang bekerja di bidang tersebut. Pak Ali juga mengungkapkan bahwa maraknya bisnis kuliner, terutama kuliner ayam, bebek, burung dll, saat ini dibutuhkan banyak orang yang memiliki sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA). Oleh karenanya, hal yang menjadi fokus dari lulusan Agribisnis Unggas UMM akan diarahkan untuk mendapatkan sertifikasi JULEHA.  (nn)

Sarjana Terapan Nutrasetikal Siap Diusulkan Kembali oleh Vokasi UMM

Malang, 9 Oktober 2023. Melalui rapat koordinasi antara pimpinan UMM bersama dengan tim task force, prodi baru Sarjana Terapan D4 Nutrasetikal kembali diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi RI. Rapat koordinasi ini dipimpim oleh Direktur Vokasi, Assoc Prof. Dr. Tulus Winarsunu dan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Syamsul Arifin. Beliau memberikan pengarahan terhadap pengusulan ulang prodi ini. Prodi Nutrasetikal merupakan prodi pertama di Indonesia. Pada tahun 2020, prodi ini sempat diusulkan ke Dikti dan mendapat evaluasi terkait SDM yang didaftarkan sebagai Dosen Prodi Nutrasetikal.  Terkait nama-nama SDM yang akan digunakan untuk pengusulan prodi, Kepala Biro Akademik dan Kepala Biro KSK turut serta hadir dalam rapat koordinasi ini untuk menentukan siapa saja yang terkualifikasi sebagai Dosen Prodi Nutrasetikal. Pada tahun 2022, Dikti telah memberikan evaluasi bahwa Dosen yang didaftarkan harus memiliki background pendidikan Gizi, Kimia, Farmasi dan Biokimia. UMM sudah memiliki dosen dengan bidang akademik tersebut, sehingga tidak sulit bagi WR I dan Kepala Biro untuk memindahkan sementara para dosen tersebut agar bisa digunakan sebagai SDM di Nutrasetikal. Selain SDM, hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengusulan prodi adalah Capaian Lulusan dan Kurikulum. Oleh karenanya dalam rapat koordinasi hari ini, Vokasi UMM mengundang Dewan Pakar yang ahli di bidangnya. Diantaranya adalah Prof. Noor Harini, Prof. Elfi Anis Saati, dan Prof. Damat. Para Dewan Pakar telah memberikan masukan dan arahan terkait bidang ilmu baru yang akan dijadikan program studi di UMM ini. (nn)

Vokasi UMM bersama Dea Bakery Siapkan Teaching Factory (TEFA)

Hari ini, 5 Oktober 2023, Vokasi UMM berkoordinasi dengan Dea Bakery untuk merancang Teaching Factory (TEFA). Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Vokasi, Sekretaris Direktur Vokasi, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi D3 Perbankan dan Keuangan dan beberapa dosen di lingkungan Vokasi. Tim Dea Bakery yang hadir diantaranya Manajer Eksekutif, Manajer Operasional dan HRD. Beberapa hal yang didiskusikan bersama Dea Bakery meliputi kerjasama dan pengembangan produk. TEFA yang dicanangkan adalah realisasi digital markEting yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa D3 Perbankan dan Keuangan untuk produk-produk dari Dea Bakery. Untuk kerjasama pengembangan produk meliputi kerjasama untuk mendalami skema research produk-produk Dea Bakery menjadi produk yang ramah untuk pasien diabetes, produk dengan kalori rendah dan produk yang aman bagi kesehatan untuk kalangan tertentu. Selain itu, pengembangan yang cukup menarik yaitu pengembangan packaging produk Dea Bakery dengan tema roti mahasiswa seperti roti proposal, roti skripsi, roti daftar pustaka dll. Hal ini akan menarik perhatian karena belum ada produsen roti yang merealisasikan. Kerjasama yang terakhir adalah pengabdian masyakarat bersama antara Vokasi UMM dengan Dea Bakery terutama untuk daerah yang terkendala bencana.  (nn)

Kuliah Perdana dan Kuliah Tamu D3 Perbankan dan Keuangan Mengundang Praktisi Berpengalaman

Kuliah perdana program studi (prodi) D3 Perbankan dan Keuangan yang sekaligus kegiatan kuliah tamu, hadirkan beberapa praktisi berpengalaman di bidangnya.  Kegiatan yang bertema “Menjadi Sumber Daya Manusia Unggul di Era Digital dan Be Brave Create Your Future” ini bertempatkan di Aula GKB IV Lantai 4. Kuliah tamu ini mengundang praktisi berpengalaman, diantaranya Seperti Wiwing Wahyuningsih (Head HRGA PT Surya Sukses Inti Makmur dan PT Multiplast Indo Makmur), Suwanto. S.Sos (Direktur Mall Lippo Plaza) dan Dr. Wisnu Satria Bharata, ST, ME, CPFP, C.SM (Branch Manager PT Bank Muamalat Indonesia Kota Malang). Novi Primita Sari sebagai dosen dan ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kuliah tamu ini diharapkan untuk dapat membuka wawasan mahasiswqa terhadap perkembangan zaman yang sekarang berubah menjadi digital.  Direktur Mall Lippo Plaza Suwanto menyampaikan sejumlah tips kepada mahasiswa untuk berusaha meraih masa depannya dengan baik. Salah satunya dengan menggunakan teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Wiwing Wahyuningsih sebagai Head HRGA PT Surya Sukses Inti Makmur dan PT Multiplast Indo Makmur, juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa selain adaptif, generasi juga harus membekali diri dengan pikiran positif. Ketua Prodi D3 Perbankan dan Keuangan Vokasi UMM Syamsul Hadi mengharapkan kegiatan pertemuan antara mahasiswa dengan praktisi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mencapai puncak tertinggi dalam profesinya. Pada kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diarahkan untuk mendalami potensi yang ada dalam diri. Tidak hanya sekedar memiliki specialist skill, tapi generalist skill. Selain kemampuan dasar, masih juga harus diperkuat dengan berbagai macam soft skill. (nn)

Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Punya Daya Tarik Tersendiri, Yuk Simak Selengkapnya!

Program Sarjana Terapan Agribisnis Unggas menggunakan sistem pembelajaran bersifat hand on dengan dominasi kuliah praktek 70% dibanding kuliah teori 30%. Metode ini merupakan suatu metode pembelajaran yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam menggali informasi dengan bertanya, berak-tivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan. Kuliah lebih banyak dilakukan di Dunia Industri Dan Usaha (DUDI) dengan Dosen Praktisi sebagai pengampu mata kuliah. Kehadiran para praktisi dan akademisi diharapkan mampu menciptakan perencanaan pembelajaran yang mengedepankan aspek kualitas dan aspek kompetensi bagi lulusan. Fokus studi pada Agribisnis Uunggas dari hulu sampai hilir. Fokus materi ilmu yang diajarkan spesifik di bidang Perunggasan, dikarenakan industri unggas di Indonesia merupakan sektor utama bagi perekonomian nasional yang memasok 65% protein hewani dan memperkerjakan 10% tenaga kerja nasional. Selama kuliah mahasiswa diarahkan dan didampingi dalam memulai bisnis usaha di bidang perunggasan. Beragam ilmu terapan bisnis perunggasan yang diajarkan, tidak hanya fokus di sektor produksi/budidaya unggas. Adapun bisnis yang diajarkan seperti : a. Bisnis trading Sapronak (Sarana Produksi Ternak), seperti : bisnis pakan, bisnis bibit (DOC/DOD), bisnis farmasi obat hewan, bisnis Poultry Equipment, dll. b. Bisnis komoditi hasil budidaya unggas, seperti : bisnis tataniaga telur dan daging. c. Bisnis kemitraan unggas d. Bisnis pupuk kompos granul hasil budidaya unggas. e. Bisnis mesin tetas Dll. Setiap tahun mahasiswa diberikan pelatihan kompetensi bersertifikasi BNSP sebagai bekal berkarir di perusahan nasional/internasional, BUMN/Kementerian maupun berwirausaha mandiri. Kompetensi bersertifikat meliputi: a. JULEHA (Juru Sembelih Halal)               b. Inseminator Unggas               c. Supervisor/Manager Layer Farm               d. Supervisor/Manager Broiler Farm (nn)

Kuliah Perdana D3 Keperawatan Hadirkan “Nursepreneur”

Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan selalu berusaha untuk menjadikan mahasiswa dan alumni bersinar di bidangnya. Hari ini (30 September 2023) Prodi ini mengundang salah satu tokoh nursepreneur di kuliah tamu sekaligus kuliah perdana di Kampus 2 UMM. Nursepreneur mungkin masih sedikit asing di telinga sebagian masyarakat. Jika dilihat dari kata, maka ‘nurse’ yang memiliki arti perawat dan ‘preneur’ dari kata entrepreneur yang berarti pengusaha. Maka Nursepreneur memiliki makna bahwa perawat yang memiliki usaha dibidangnya. Beberapa tamu yang diundang diantaranya adalah Qussairi Ardi pemilik usaha Bumi Ayu Care, yaitu rumah khitan modern dan perawatan luka. Selain itu, ada Arif yang memiliki Rumah Khitan Modern El Wafi. Yang ketiga ada Imansyah Kurniawan dari Jerudong Park Medical Center-Brunei Darussalam dan yang terakhir ada Banan Farofishoh dari Royal Hayat Hospital-Kuwait. Kuliah perdana yang sekaligus kuliah tamu ini bertema “Lulusan D3 Tidak Sekedar Tahu Apa, Tapi Bisa Apa: Nursepreneur dan Internasional Nurse”. Acara dibuka oleh Bapak Direktur Assoc. Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. Bapak Direktur menyampaikan bahwa saat ini UMM berupaya untuk terus menciptakan SDM yang berkompeten dan berdaya saing global. UMM juga mementingkan kurikulum pendidikan yang bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini. Oleh karenanya, Bapak Tulus mengapresiasi Prodi D3 Keperawatan yang telah menghadirkan tokoh nursepreneur dan para alumni yang telah bekerja sebagai perawat di kancah Internasional, dihadirkan untuk memberikan ilmu, sharing pengalaman dan juga motivasi kepada mahasiswa baru 2023. Setelah sambutan Bapak Direktur, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi dan motivasi dari pada undangan. Qussairi Ardi menyatakan bahwa lulusan D3 Keperawatan UMM memeiliki potensi yang besar untuk diterima di dunia kerja di RS maupun Faskes selama memiliki keingin kuat dan daya juang yang tinggi. Qussairi menyampaikan bahwa mahasiswa D3 Keperawatan UMM dibekali dengan ilmu kewirausahaan yang dapat menjadi bekal ketika lulus nanti. Dia menilai bahwa bekal itulah yang dapat menjadikan perawat yang bisa menjadi pengusaha, tidak hanya bekerja di RS atau faskes. Nurilla Kholidah sebagai dosen dan ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini memang ditujukan untuk meningkatan motivasi mahasiswa baru untuk meningkatkan potensi mereka menjadi perawat dan juga entrepreneur. (nn)

Fakultas Vokasi Siap Mengudara, Penyusunan Borang Akademik Fakultas Vokasi

Hari Jumat dan Sabtu (29-30 September 2023), Direktorat Vokasi UMM bersama dengan Tim Biro Kelembagaan, SDM dan Kerjasama (KSK) mememulai untuk menyusun borang akademik perubahan Direktorat Vokasi menjadi Fakultas Vokasi. Tim dari Direktorat Vokasi yang hadir adalah Direktur Vokasi, Sekretaris Direktur Vokasi, Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium serta Koordinator Bidang di Lingkungan Vokasi UMM. Tim dari Biro KSK yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Rektor IV Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum, Kepala Biro KSK Prof. Dr. Baiduri, M.Si dan Ka. Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Bidang IV Dra. Sandra Irawati, MM. Selain itu, Wakil Rektor II UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si juga turut hadir secara daring melalui platform Zoom untuk memberikan pengarahan. Kegiatan ini diawali dengan Pengarahan dari Bapak Wakil Rektor II. Dilanjutkan dengan pengarahan dari bapak Wakil Rektor IV, dan sambutan dari Direktur Vokasi, Bapak Assoc. Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si, dilanjutkan dengan kegiatan ‘brainstorming’ terkait perubahan badan hukum tersebut. Sebelum merancang borang, tim perlu melakukan analisis kondisi saat ini di Vokasi UMM. Para tim telah melakukan diskusi dan mengumpulkan gagasan. Analisis kondisi saat ini kemudian dirangkum dan digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis SWOT. Dengan analisis SWOT, tim dapat menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Vokasi. Menganalisis dan mencari tahu peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi kedepannya. Borang akademik ini masih terus dikerjakan dan diperbaiki sesuai arahan dari Biro KSK. (nn)

Bapak Menhan Prabowo Subianto Hadiri Kuliah Tamu di UMM dan Tandatangani MoU dengan UMM

Rabu, 27 September 2023, Menteri Pertahanan RI, Bapak Prabowo Subianto, hadiri kuliah tamu Studium Generale di UMM. Tidak hanya itu, beliau juga menandatangani Surat Kerjasama atau MoU dengan UMM. Kedatangan beliau disambut oleh 4000 mahasiswa baru UMM dengan meriah. Penjagaan TNI dan Polri juga sangat ketat. Saat di lokasi, tepatnya di UMM Dome, Bapak Prabowo telihat mengenakan kemeja putih. Setelah tiba di panggung, beliau menyapa dan melambaikan tangan kepada para mahasiswa. Saat memberikan kuliah umum, Bapak Prabowo Subianto memberi pesan kepada mahasiswa UMM untuk menjadi generasi emas di tahun 2045. Beliau juga menyampaikan pada generasi muda Indonesia yang nanti akan memimpin bangsa harus bebas dari korupsi. Selain itu, Prabowo Subianto menyepakati dan menandatangani MoU dengan UMM bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapan beliau dengan kerjasama ini, bisa membangun masa depan bangsa lebih baik. Mahasiswa dengan sangat antusias menyambut bapak menhan, sehingga ketua bapak menteri pertahanan RI tersebut kesulitan untuk menuju pintu keluar. (nn)

Direktorat Vokasi menjadi “Fakultas Vokasi”? Vokasi UMM Persiapkan Pergantian Badan Hukum Menjadi “Fakultas Vokasi”

Selasa, 26 September 2023, Jajaran Direktorat Vokasi yang terdiri dari Direktur, Sekretaris Direktur, Koordinator Bidang, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi dan Kepala Laboratorium, melaksanakan koordinasi untuk menyiapkan perubahan badan hukum dari Direktorat menjadi Fakultas. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. Tulus Winarsunu, M.Si dan dilanjutkan dengan koordinasi yang dipimpin langsung oleh beliau. Perubahan badan hukum dari Direktorat menjadi Fakultas ini merupakan penguatan positif. Dengan nama Fakultas, masyarakat lebih mudah mengenal dan mengingat jika dasi sisi eksternal. Dari sisi internal, nama Fakultas akan lebih mudah terukur dan lebih otonom.  Seperti ketika monitoring dan evaluasi, perencanaan Fakultas Vokasi akan sama dengan fakultas lain. Meskipun berubah dari Direktorat ke Fakultas, Vokasi tetap memiliki potensi yang tidak pernah hilang. Yaitu berpaku pada “Demand Driven” yang berarti mengacu pada kebutuhan masyarakat. Dibanding dengan Fakultas yang lain, keunggulan dari Vokasi UMM adalah kerjasama dengan DUDI dan organisasi profesi yang sudah dirintis dari awal pendirian Vokasi. Selain itu Teaching Factory (TEFA) sudah dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat menghasilkan mahasiswa dengan skill mix atau kemampuan yang matang dan beragam. Vokasi UMM memiliki visi Vokasi Diaspora. Meskipun secara badan hukum akan berubah menjadi fakultas, hal ini tidak akan merubah tujuan Vokasi UMM untuk terus membawa mahasiswa dan alumni untuk bisa bersaing di kancah internasional. (nn)

Sosialisasi SDG’s, Vokasi UMM Dukung Program PBB

Sustainable Development Goals (SDG’s) merupakan program yang dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam meningkatkan kesejahteraan dan perdamaian manusia di bumi. Hari ini, Senin (25/9/2023) kegiatan sosialisasi terkait SDG’s disampaikan oleh Prof. Dr. Ignasius D. A. Sutapa, M.Sc kepada bapak ibu dosen Direktorat Vokasi UMM. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan terkait definisi Pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari SDG’s adalah untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga kualitas lingkungan hidup serta Pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata Kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ada 17 target atau tujuan dan 169 indikator yang ditetapkan oleh PBB sebagai Langkah utama dari agenda Pembangunan berkelanjutan 2030. Peran Perguruan Tinggi dalam mendukung SDG’s melalui Tri Dharma (Penitilian, Pengajaran dan Pengabdian Masyarakat). Perguruan tinggi akan berkontribusi sekitar 46.7% jika bekerjasama (tripatiat) dengan Pemerintah dan Industri. Ada 40 SDG’s Center di Indonesia dan UMM adalah salah satunya. 4 Pilar Pembangunan berkelanjutan diantaranya adalah: Pembangunan Sosial Pembangunan Ekonomi Pembangunan Lingkungan Pembangunan Hukum dan Tata Kelola Kegiatan sosialisasi ditutup dengan tanya jawab dari bapak ibu dosen Direktorat Vokasi dan foto bersama. (nn)