Kuliah Perdana D4 Bisnis Properti Terapkan Pembelajaran Project Base Learning
D4 Bisnis Properti telah sukses melaksanakan kuliah perdana di Lumajang selama satu pekan. Seperti yang telah diketahui, bahwa Vokasi selalu menerapkan kuliah dengan memperbanyak praktik. Kali ini, seluruh mahasiswa D4 Bisnis Properti (Bispro) langsung praktik di lapangan untuk menilai properti. Dengan metode pembelajaran Project Base Learning (PBL), mahasiswa melakukan inspeksi langsung, yaitu menentuka ilai wajar sewa properti sesuai permintaan pihak ketiga. Pemberi tugas atau pihak ketiga yang mau sewa gudang itu lokasinya di Lumajang, jadi mahasiswa diajak turun lapangan sesuai permintaan klien. Hal ini disampaikan oleh Ketua Prodi D4 Bispro, Risky Angga Pramuja, M.Ec.Dev. Hasil dari inspeksi langsung bisa digunakan klien untuk mendapat informasi berapa harga ideal untuk sewa gedung tersebut. Jadi, saat pemilik gudang mengajukan harga, klien bisa melakukan penawaran sesuai hasil inspeksi langsung. Menurut Pak Angga, pembelajaran PBL ini dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang bagaimana cari menilai suatu bangunan. Pembelajaran di Vokasi memiliki target 80% hands on, sehingga inspeksi langsung ini adalah wujud nyata dari pencapaian target tersebut. Pada kegiatan ini, melibatkan mahasiswa dari D4 Bispro dan satu orang praktisi dari Kantor Jasa Penilai Publik Dino Farid dan Rekan (KJPP). Selain mahasiswa baru, mahasiswa semester atas juga ikut serta dalam PBL kali ini. Direktur Vokasi, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si juga mengungkapkan bahwa semu prodi di Vokasi dipacu untuk melibatkan DUDI pada pembelajarannya. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa agar ahli dan terampil sebelum lulus. “Setiap prodi, minimal akan mendapat empat sertifikasi keahlian, Adanya sertifikasi tersebut sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa yang betul-betul sesuai standar.” tambah Bapak Direktur Vokasi. Selain D4 Bispro, Vokasi memiliki empat prodi lainnya. Diantaranya D4 Agribisnis Unggas, D3 Keperawatan, D3 Teknologi Elektronika, D3 Perbankan dan Keuangan. (nn)
Kuliah Perdana D4 Agribisnis Unggas Mengundang DUDI

Dalam menyambut mahasiswa baru (MABA), UMM rutin melaksanakan kuliah perdana di masing-masing prodi. D4 Agribisnis Unggas telah melaksanakan kuliah perdananya di ruang kelas GKB IV Lantai 4. Melalui penekanan bisnis dan usaha, prodi D4 Agribisnis Unggas melibatkan pelaku usaha trading ayam petelur, Bapak Bashori, Direktur Utama CV. Karunia PS. Bapak Bashori menjelaskan bahwa beliau membangun kesuksesannya selama ini tidak dengan perjalanan mudah dan instan. Semua dimulai sejak ia menjadi mahasiswa. ”Saya bukan mahasiswa yang hanya mengenal kos, kampus dan kantin,” ujar pria berusia 38 tahun tersebut. Sejak mahasiswa Bapak Bashori sudah mendapatkan gaji. Beliau kuliah sambil kerja di salah satu dosennya yang memiliki usaha peternakan. Saat itu selain mendapatkan gaji, ia juga mendapatkan fasilitas kendaraan mobil. ”Bermental bisnis lah sejak kuliah. Tempel dosen-dosen yang kalian anggap aktif. Apalagi kalian materi pembelajarannya 80 persen di lapangan. Manpfaatkan sebaik mungkin,” kata Bashori. Tips penting dari Bapak Bashori di balik kesuksesannya adalah rajin sedekah, rajin beribadah dan sholat berjamaah. Pengalaman kegagalan yang disampaikan Bapak Bashori, pada sebuah perjalanan itu tidak ada istilah hanya mulus-mulus saja. Kegagalan adalah hal yang wajar. Yang penting adalah cara menghadapinya. ”Pokok jangan dipikir, tapi dihadapi dan dicari solusinya,” tandasnya. Saat kegiatan tersebut, Sekretaris Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Dr Sri Budi Cantika Yuli mengungkapkan, pembelajaran dengan menghadirkan “dosen” dari luar ini sesuai dengan target Vokasi. Mahasiswa diharapkan bersentuhan langsung dengan pelaku usaha secara langsung. Cara ini akan melahirkan pengalaman lebih kompleks. “Kami ini mencetak lulusan terapan, bukan ilmuan. Jadi, keterlibatan dudi sejak mereka maba (mahasiswa baru) itu penting sekali. Bahkan menjadi prioritas,” tegas Cantika. Kaprodi D4 Agrisnis Unggas Bapak Ali Mahmud, M.Pt mengungkapkan, mahasiswa D4 Agrisbisnis Unggas tidak bicara soal budidaya tetapi bisnisnya. Sesuatu yang mampu mengubah nilai. Beliau menyampaikan bahwa pemateri, Bapak Bashori yang merupakan adik tingkatnya di FPP UMM. “Mas Bashori itu pebisnis menjual ayam. Tidak perlu budidaya sendiri. Semua bisa dilakukan dengan bermitra,” kata Pak Ali. Kemampuan mengubah nilai sebuah barang ini, sambung Ali, yang membuka kesempatan lapangan kerja lulusan D4 Agribisnis Unggas seluas-luasnya. Apalagi mereka masih dibekali sertifikat kompetensi. Hal ini yang menjadi unggulan lulusan Vokasi. Tak heran, kalau mereka akan cepat bekerja. Baik menciptakan lapangan pekerjaan atau bekerja memenuhi permintaan pasar. (nn)
Apa sih Bedanya Vokasi dengan Sarjana?

Sebelum lulus SMA pasti mulai kepikiran untuk mencari studi lanjut atau kuliah. Banyak yang sudah tahu kalo kuliah itu Sarjana atau S1, tapi belum banyak nih yang tahu tentang Vokasi. Apa sih bedanya Vokasi dan Sarjana? Minimnya informasi mengenai berbagai jenjang pendidikan tinggi menjadikan pendidikan vokasi kurang jelas di mata masyarakat. Pendidikan tinggi akademik (sarjana) dan pendidikan vokasi merupakan dua jenis pendidikan tinggi yang berbeda. Yuk, simak penjelasan perbedaan antara Vokasi dan Sarjana! Ini Perbedaan Vokasi dan Sarjana! Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (Diploma (diploma1/Ahli Pratama, diploma 2/Ahli Muda, diploma 3/Ahli Madya, dan diploma 4/Sarjana Terapan). Sedangkan Pendidikan Akademik (Sarjana) merupakan pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni tertentu, yang mencakup sarjana (S1), Magister (S2) dan doktoral (S3). Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan tinggi di Indonesia mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Selain itu, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi. Beberapa hal yang membedakan Pendidikan Vokasi dengan Sarjana antara lain: Apa Gelar yang Diperoleh? Alumni pendidikan vokasi yang sudah menyelesaikan studinya bisa meraih gelar berikut: D1 akan bergelar Ahli Pratama (A.P.) D2 akan bergelar Ahli Muda (A.Ma.) D3 bergelar Ahli Madya (A.Md.), di Vokasi UMM ada D3 Teknologi Elektro, D3 Perbankan dan Keuangan, D3 Keperawatan D4 bergelar Sarjana Terapan (S.Tr.), di Vokasi UMM ada D4 Agribisnis Unggas dan D4 Bisnis Properti Apa Tujuan Pendidikan Vokasi? Pada program Pendidikan Vokasi diajarkan dan dipersiapkan untuk langsung bekerja dengan banyaknya praktik di bidang studi yang dipilih. Hal ini akan meningkatkan kemampuan dan keahlian siap kerja. Bagaimana Kurikulum Pendidikannya? Kurikulum sarjana bisa memperkirakan pendidikan mana yang cocok untuk kita. Perbedaan vokasi dan sarjana sangat bisa dilihat dari komposisi kurikulumnya. Bisanya pada kurikulum akademik memiliki komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori saat memilih pendidikan vokasi. Selain itu, pada program Pendidikan Vokasi juga diterapkan system pembelajaran Project Base Learning (PBL), jadi mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran karena berdasarkan contoh permasalahan di lapangan. Berapa Lama Jangka Waktu untuk Menempuh Pendidikan? Masa studi vokasi terbilang lebih singkat dibandingkan dengan sarjana. Untuk vokasi, jangka waktu pendidikan antara 1-4 tahun tergantung jenjang yang dipilih. Pendidikan vokasi bisa menyelesaikan studi dalam 1 tahun untuk D1, 2 tahun untuk D2, 3 tahun untuk D3, dan 4 tahun untuk D4. Apa ada Peluang Studi Lanjut? Untuk vokasi, setelah menyelesaikan studi D4, maka mahasiswa bisa melanjutkan studi pendidikan ke magister karena D4 sudah bergelar Sarjana Terapan, sehingga memungkinkan untuk langsung meneruskan ke S2. Untuk program sarjana kita bisa langsung meneruskan pendidikan ke jenjang magister. Apakah Anda bercita-cita menjadi sumber daya yang siap bekerja? Tidak ingin membuang waktu untuk menguasai keterampilan tertentu? Ingin mendapatkan ilmu praktik yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja? Jika “YA”, maka Pendidikan Vokasi menjadi pilihan yang strategis untuk menggapai cita-cita! Daftar di Pendidikan Vokasi UMM sekarang juga!
Vokasi UMM Jawab Tantangan Global
Dalam menjawab tantangan perkembangan ekosistem Pendidikan. Pendidikan Vokasi hadir sebagai jawaban terhadap tantangan zaman yang semakin berubah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu bersaing secara global. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tantangan nomor satu. Yang diperlukan tidak hanya keterampilan teknis, tapi juga pengembangan diri melalui semangat, agar lulusan vokasi menjadi SDM unggul mandiri. Hal ini bukanlah alasan mengapa sumber daya manusia menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mencapai keunggulan demografisnya pada tahun 2045. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia yang unggul harus terus ditingkatkan khususnya generasi penerus bangsa, agar bonus demografi dapat menjadi peluang yang baik bagi Indonesia. Hal ini tentunya didukung dengan berbagai upaya, termasuk penguatan pendidikan vokasi. Meski sebagian lembaga pembelajaran profesi perguruan tinggi masih memiliki keterbatasan infrastruktur, kegiatan pembelajaran profesi dapat tetap berjalan dengan baik, jika mampu melaksanakan “link and match” dengan industri. Melalui program “link and match” dengan industri, maka penyelenggaraan pendidikan vokasi dapat dilaksanakan dengan sistem ganda yaitu magang dan kerja. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi dan magang, dapat dilakukan tidak hanya selama satu semester, namun boleh dilakukan hingga dua atau bahkan tiga semester. Tentu saja hal ini juga menguntungkan bagi industri. Sistem simbiosis mutualisme ini dapat terlaksana jika terdapat “link and match” antara PTTPV dan industri. Pihak industri meyakini hal ini dapat memberikan manfaat karena dapat menghemat biaya rekrutmen dan alumni dapat lebih mengasah keterampilannya. Memang mereka mempunyai peluang untuk berintegrasi dengan lebih mudah dan cepat ke dalam industri, dunia usaha, dan dunia kerja. (nn)
Alumni Fisioterapi UMM Sukses Menjadi Diaspora di Jepang

Ardianeswari Putri Salifani (Dina) memiliki pengalaman pribadi bahwa, predikat cumlaude tidak menjamin mudah mendapatkan pekerjaan. Ia telah melamar pekerjaan di berbagai rumah sakit dan klinik fisioterapi, dan hasilnya nihil. Sebenarnya, Dina dapat melakukan pelayanan kesehatan sendiri, akan tetapi ia belum memiliki STR atau surat izin melakukan pelayanan kesehatan. Untuk melanjutkan pendidikan pun, belum ada biaya. Untuk memenuhi kebutuhan, Dina menunda mimpinya bekerja di industri kesehatan. Dina kemudian bekerja sebagai admin di sebuah pabrik kardus di Bekasi selama 3 bulan. Setelah kontrak kerjanya habis, Dina memutuskan pulang kampung dan bekerja sebagai tutor. Lulusan terbaik kedua S1 jurusan Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2021 tersebut mendapat harapan karena mendapat informasi tentang Direktorat Pendidikan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mendapat informasi dari staf program studi fisioterapi bahwa Universitas Muhammadiyah Malang sedang menyelenggarakan program pelatihan perawat lanjut usia/Kaigo di Jepang. Tanpa pikir panjang, Dina langsung mendaftarkan diri. Setelah lulus ujian SSW, Dina mendapat tawaran untuk mengikuti wawancara dari salah satu perusahaan fasilitas kesehatan lansia di Jepang tepatnya di Kagawa. Ia menyatakan bahwa tawaran pertama tersebut tidak lolos. Namun tidak lama dari itu, Dina mendapat tawaran yang kedua dan langsung diterima, ia dikontrak selama 3 tahun. Dina bangga bisa berkesempatan berinteraksi dengan segala macam teknologi kedokteran di sana. Hal ini dapat memperkaya pengalamannya di bidang medis. Mesin “Kikai Nyuuyoku” misalnya, memudahkan pasien atau pengguna kursi roda untuk bergerak bahkan dapat dilakukan oleh seorang perawat tunggal sehingga pasien lumpuh dapat dengan aman mandi. Kini, Dina telah berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di dunia kedokteran, juga di Jepang. Dengan gaji yang cukup menarik, mencapai Rp 16 juta per bulan.
15 Perusahaan Jepang Kunjungi Vokasi UMM, Membuka Peluang Pekerjaan Baru

Senin (17/7/2023), Direktorat Vokasi UMM menyambut 15 perusahaan asal Provinsi Kochi, Jepang, yang fokus pada bidang konstruksi, agrikultur, medis dan lain-lain. Acara diawali dengan mengunjungi Training Center OSTC Selnajaya yang berada di Rusunawa RS UMM. Wakil dari perusahaan Jepang melihat langsung bagaimana fasilitas, tenaga pengajar hingga sistem rekrutmen yang dilakukan kolaborasi antara PT OS Selnajaya dan Direktorat Vokasi UMM. Selanjutnya, para tamu mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) UMM. Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang. Kedatangan perusahaan-perusahaan ini membuka lebar peluang kerja anak muda Indonesia ke Jepang. Sekretaris Direktur, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE.,MM menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan ini melakukan penjajakan kerja sama untuk merekrut tenaga kerja dari Indonesia melalui Vokasi UMM. Dengan kerjasama ini, kata dia, tidak hanya bekerja, tapi juga membuka peluang skema lain seperti studi banding, magang, pertukaran mahasiswa D3 dan D4 Vokasi UMM. Mr. Toru Horiike, Perwakilan perusahaan Jepang OS Selnajaya, menyampaikan bahwa 15 perusahaan yang melakukan kunjungan, sedang mengalami krisis tenaga kerja. Mereka mendengar OS Selnajaya menghasilakn banyak tenaga kerja berkualitas dari Indonesia. Vokasi UMM yang bekerja sama dengan OS Selnajaya telah memberangkatkan sekitar lebih dari 500 orang ke berbagai perusahaan di Jepang. Kegiatan diakhiri dengan bemberian cindera mata dari perwakilan perusahaan Jepang kepada Sekretaris Direktur Vokasi UMM yang kemudian ditutup dengan makan siang bersama.
Workshop Content Creator Class di Vokasi UMM Tingkatkan Kreatifitas Gen Z

Direktorat Pendidikan Vokasi UMM gelar workshop content creator class. Acara itu menghadirkan beberapa narasumber pada Rabu (20/6/2023). Total peserta yang hadir dalam workshop mencapai 100 orang dari SMA/SMK se Malang raya. Acara workshop ini dibuka oleh Sekretaris Direktur Vokasi, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Workshop, Eka Kadharpa, SE, MM. Pemaparan materi pertama sampai ketiga dimoderatori oleh Nindi Nazula Fajarini, S.Pd, M.Si, M.Sc. Materi pertama disampaikan oleh ibu Happy Roikhan, S.Psi, seorang pengusaha asal Malang yang melepas karirnya untuk mengembangkan potensi diri. Ibu Happy menjelaskan tips-tips ngonten ala diri sendiri. Dilanjutkan dengan materi kedua oleh Kepala Divisi Konten Kreatif Humas UMM, bapak Rahadi, S.Sos, M.Si, materi tersebut terkait hal-hal teknis dasar yang harus diketahui oleh content creator pemula. Materi ketiga disampaikan oleh bapak Irham Thoriq selaku CEO Tugu Media Group, yang menjelaskan tentang jurnalistik. Kemudian dilanjutkan oleh seorang Content Creator, Ibu Tika Widya yang menyampaikan tips and trick terkait copy writing di media sosial. Terakhir, materi dari Technical Director UMM TV, Bapak Fandi Wijaya Ardian, S.Ikom yang menerangkan tentang desain grafis dengan tools minimalis. Harapan dari kegiatan workshop ini dapat membuat anak-anak remaja lebih kreatif sehingga bisa menghasilkan produk atau karya yang diminati masyarakat. Dengan begitu para conten creator juga makin berkembang dan mampu bersaing dengan yang lain. Acara workshop ditutup dengan penjelasan terkait teknis lomba content creator yang berhadiah ratusan ribu rupiah. (nz)
Vokasi UMM Sambut Kunjungan SMA Muhammadiyah At Tanwir Metro Lampung

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu kampus di Indonesia yang banyak diminati sebagai tujuan kunjungan SMA/SMK sederajat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pendidikan tinggi kepada siswa. Hal-hal yang ingin diketahui oleh para siswa diantaranya adalah program studi, seleksi penerimaan mahasiswa, beasiswa yang ditawarkan, fasilitas dan kurikulum. Vokasi UMM menyambut hangat jajaran guru pendamping beserta siswa dari SMA Muhammadiya At Tanwir Metro Lampung, Senin 12 Juni 2023 bertempat di Aula BAU UMM. Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah At Tanwir dan dilanjutkan dengan ucapan terimakasih serta penjelasan terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang disampaikan oleh Kepala UPT PMB, Bpk. Nurudin, S.Sos, M.Si, dan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Direktorat Pendidikan Vokasi UMM yang disampaikan langsung oleh PIC Humas dan PMB Vokasi, Nindi Nazula Fajarini, S.Pd, M.Si, M.Sc. Tidak hanya pemaparan tentang Vokasi, PIC Humas dan PMB Vokasi, juga mengajak para mahasiswa dari seluruh program studi untuk memberikan kesan selama berkuliah di Vokasi UMM. Para mahasiswa menyampaikan pengalaman mereka bahwa selama studi, didominasi dengan praktik lapang dibandingkan teori di kelas. Beberapa mahasiswa juga menjelaskan bahwa mereka mendapatkan penghasilan dari project-project di bidang yang mereka geluti. Siswa-siswi SMA Muhammadiya At Tanwir Metro Lampung terlihat antusias dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari PIC Vokasi dan kakak-kakak mahasiswa, tetapi juga mendapat hadiah karena bisa menjawab pertanyaan kakak-kakak mahasiswa ketika games. Acara diakhiri dengan berkeliling menuju gedung-gedung kuliah di UMM Kampus 3 untuk mengetahui lebih jelas mengenai ruang pembelajaran yang dimiliki UMM. Kegiatan ini didampingi oleh perwakilan Ibu Eni Kristyowati, S.Sos. (nz)
Kerjasama Vokasi UMM dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Buka Peluang Pemuda Kerja di Negeri Sakura

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Pendidikan Vokasi UMM bertempat di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang, pada Jumat (16/6/2023). Penandatangan MoU dilakukan oleh Sekretaris Direktur Vokasi UMM, Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM, sedangkan dari pihak Disnaker Kabupaten Malang oleh Kepala Dinas (Kadisnaker), Drs. Yoyok Wardoyo, MM, dan disaksikan oleh Sekretais Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi yg dimiliki lulusan SMA sederajat agar dapat meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia di Kabupaten Malang dibidang ketenagakerjaan. Bentuk kerja sama ini adalah peluang kerja ke luar negeri bagi warga Kabupaten Malang. Lulusan SMA, MA, SMK sederajat yang ada di Kabupaten Malang bisa mengikuti program ini. Peserta yang mendaftar dalam program kerja ke luar negeri diwajibkan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan peningkatan skill. Setelah dinyatakan lolos pelatihan, peserta akan diberangkatkan ke Jepang di bidang Kaigo (Perawat Lansia) dan Non-Kaigo di bidang Konstruksi, Pertanian, dan Hospitality. “Bulan Februari 2023 lalu kami memberangkatkan sekitar 122 orang. Dari jumlah tersebut, yang dari Kabupaten Malang ada sekitar 40-44 orang,” Ujar Sekretaris Direktur, Ibu Cantika. Dengan kerjasama ini diharapkan banyak pemuda dari Kabupaten Malang yang bisa menitih karir di Jepang dengan skill yang baik dan bisa mewujudkan Vokasi Diaspora. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Siti Aisyah Zunaeli (20), calon perawat lansia di Jepang asal Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Aisyah mengatakan dirinya sangat antusias karena telah mengikuti program pelatihan Bahasa Jepang sejak tahun 2022. Alumni SMK Negeri 11 Malang Jurusan Keperawatan tersebut nantinya akan menjadi perawat di sebuah panti lansia di Prefektur Hyogo. Ia akan berangkat ke Negeri Sakura di bulan November 2023 mendatang. (nz)
Jalin Kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Malang, Direktorat Pendidikan Vokasi UMM Targetkan Peningkatan Mahasiswa Baru (MABA) Vokasi

Kamis, 8 Juni 2023, Direktorat Pendidikan Vokasi UMM melakukan penjajakan kerjasama dengan RRI Malang terkait manajemen media publikasi program studi di lingkungan Direktorat. Kerjasama ini dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak untuk saling membantu dan mensukseskan publikasi profile program studi. Dalam kerjasama ini, akan dibuat beberapa agenda kegiatan, salah satunya adalah dialog interaktif dosen program studi. Dr. Sri Budi Cantika Yuli, SE, MM, selaku Sekretaris Direktur Vokasi mengungkapkan “Semoga kerjasama ini tidak berhenti pada Perjanjian Kerjamasa (PKS) saja, perlu dilanjutkan dengan perumusan MOU secara umum”. Bapak Andri, selaku Kepala Bagian Humas RRI Malang menyambut kerjasama ini dengan baik. Beliau mengungkapkan akan berusaha untuk memfasilitasi publikasi prodi Direktorat Pendidikan Vokasi UMM. Selain Kepala Humas RRI Malang dan Sekretaris Direktorat Vokasi, kegiatan penjajakan perjanjian kerjasama ini juga dihadiri oleh PIC Direktorat (Nindi Nazula Fajarini, S.Pd, M.Si, M.Sc), PIC Prodi D4 Agribisnis Unggas (Rafwan Afandi, S.Pt., M. Pt), PIC Prodi D3 Perbankan dan Keuangan (Dhurotus Sangadah, SE, MM) dan PIC Prodi D3 Keperawatan (Zahid Fikri, S.Kep, Ns, M.Kep).